COLOMADU, KARANGANYAR – Kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum dan fasilitas, tetapi juga pada kesejahteraan emosional para pendidiknya. Menyadari hal tersebut, Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Digdaya Bolon sukses menyelenggarakan workshop bertajuk “Pesona Guru/Tendik Bahagia dan Produktif: Pendidik Solutif & Inspiratif” pada hari Senin (15/06/2026).

Kegiatan yang berlangsung di RM Royal Pring Sewu, Colomadu, Karanganyar ini dimulai sejak pukul 07.30 WIB dan dihadiri oleh seluruh jajaran guru serta tenaga kependidikan (tendik) MIM Digdaya Bolon. Sebagai langkah nyata untuk menyegarkan kembali mental para pahlawan tanpa tanda jasa ini, pihak madrasah secara khusus menghadirkan pakar psikologi, Bapak Hariyadi Nurwanto, sebagai narasumber utama. Dalam sesinya, beliau mengajak para pendidik untuk merenungkan kembali esensi kebahagiaan, karena seringkali, kebahagiaan itu sebenarnya sudah ada di depan mata, namun tertutupi karena kita terlalu sibuk melihat hal lain.

Bapak Hariyadi membedah beberapa penyebab utama hilangnya kebahagiaan seorang pendidik. Beberapa di antaranya adalah karena terjebak dalam “lingkaran setan auto pilot” dari rutinitas sehari-hari, serta adanya fixed mindset yang membuat hati terasa berat dalam menghadapi perubahan. Beliau juga memberikan sebuah teguran yang menggugah, bahwa “Emosi guru adalah kurikulum tersembunyi”, yang secara tidak langsung akan dirasakan dan diserap oleh anak didik di kelas.

Lebih lanjut, narasumber memaparkan tiga tingkatan sumber kebahagiaan yang dapat diraih oleh seorang pendidik, yaitu:

1. Hedonia: Kebahagiaan yang bersumber pada kesenangan.

2. Eudaimonia: Kebahagiaan yang lahir dari rasa kebermaknaan hidup dan profesi.

3. Lillahiyyah: Puncak kebahagiaan yang bersumber pada nilai ketuhanan, melakukan segala sesuatu dengan niat karena Allah.

Kepala MIM Digdaya Bolon, Irin Dwi Susanti, S.Pd., M.Pd., Gr., dalam sambutannya menekankan bahwa guru yang bahagia adalah kunci utama terciptanya ekosistem belajar yang menyenangkan.

“Kita tidak bisa memberikan apa yang tidak kita miliki. Jika kita ingin menularkan semangat dan kebahagiaan kepada anak-anak didik kita, maka kita sebagai pendidik harus terlebih dahulu merasa bahagia dan selesai dengan diri kita sendiri. Harapannya, melalui workshop ini, Bapak/Ibu guru dapat menemukan kembali ‘pesona’-nya untuk terus produktif dan berinovasi,” ungkap Ibu Irin Dwi Susanti.

Sebagai institusi berakreditasi A dan menyandang status sebagai Satuan Pendidikan Ramah Anak, MIM Digdaya Bolon terus berkomitmen memfasilitasi pengembangan kapasitas SDM-nya secara menyeluruh—tidak hanya dari segi keilmuan pedagogik, tetapi juga kesehatan mental spiritual.

Kegiatan yang diwarnai dengan semangat kebersamaan ini diakhiri dengan komitmen bersama dari seluruh peserta. Melalui gaung semangat #PesonaGuruBahagia, jajaran pendidik dan tendik MIM Digdaya Bolon siap menyambut kegiatan belajar mengajar dengan energi yang lebih segar, jiwa yang lebih bermakna (Eudaimonia), serta niat lillahiyyah untuk mencetak generasi penerus bangsa yang unggul dan berakhlak mulia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *