SURAKARTA — Mengawali tahun ajaran baru dengan gerak bersama, MI Muhammadiyah (MIM) Digdaya Bolon sukses menyelenggarakan agenda Awalussanah pada Sabtu (11/7/2026). Bertempat di Auditorium Moh. Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), acara ini dihadiri oleh seluruh jajaran guru, tenaga kependidikan (tendik), serta ratusan wali murid yang tampak antusias memadati ruangan sejak pagi hari.

Awalussanah kali ini mengangkat tema yang sangat krusial dalam dunia pendidikan modern, yaitu “Sinergi Orang Tua dan Madrasah dalam Penanaman Adab Karakter Anak”. Tema ini sengaja dipilih untuk menyamakan visi dan frekuensi antara pihak sekolah dan lingkungan rumah dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia.

Dalam sesi pemaparan program madrasah, Kepala MIM Digdaya Bolon menekankan pentingnya keterbukaan dan kolaborasi yang erat. Beliau menyampaikan bahwa seluruh program yang dirancang oleh madrasah—baik di bidang akademik, keagamaan, maupun ekstrakurikuler—tidak akan berjalan optimal tanpa adanya dukungan penuh dari orang tua di rumah.

“Pendidikan karakter dan penanaman adab tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada madrasah. Waktu anak di sekolah terbatas, sementara fondasi utamanya ada di dalam keluarga. Oleh karena itu, sinergitas diartikan sebagai jembatan komunikasi yang terus terhubung. Kami berharap orang tua aktif memantau pembiasaan adab anak di rumah agar selaras dengan apa yang kami ajarkan di madrasah,” ujar Kepala Madrasah dalam presentasinya di hadapan wali murid.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Komite MIM Digdaya Bolon sekaligus CEO Win Corp, Bapak Wibowo Jati Purwanto, dalam sambutannya menyampaikan pesan reflektif yang mendalam bagi para orang tua. Beliau melempar pertanyaan mendasar mengenai harapan terbesar orang tua saat menitipkan anak-anak mereka di MIM Digdaya Bolon.

Menurut Wibowo, sinergi antara orang tua dan sekolah sesungguhnya adalah sebuah kebutuhan dan kepentingan bersama. Ia mengingatkan bahwa anak bisa menjadi sumber kebahagiaan, namun bisa juga menjadi sumber ujian atau kesedihan, yang semuanya berpulang pada rasa syukur orang tua. Ia juga mengimbau agar para wali murid tidak terjebak mengekspektasikan anak untuk selalu menjadi yang terdepan secara kaku.

“Fungsi dan tugas kita sebagai orang tua adalah bersinergi, saling berkomunikasi dengan baik, dan tidak langsung menghakimi atau komplain jika ada dinamika dalam proses belajar,” tutur Wibowo.

Lebih lanjut, CEO Win Corp ini memaparkan filosofi penting mengenai esensi pendidikan. Baginya, pendidikan adalah tempat untuk bertumbuh dan berkembang, sedangkan ilmu pengetahuan bertindak sebagai pemacu pertumbuhan tersebut. Ia membedakan antara ‘cerdas’ sebagai potensi anugerah, dan ‘pintar’ sebagai hasil dari proses belajar dan pengalaman. Landasan utama dari semua itu, menurutnya, adalah kecerdasan emosional dan spiritual.

Di akhir sambutannya, Wibowo memberikan penekanan yang kuat mengenai pentingnya ketangguhan mental pada anak. “Pilih anak pintar atau anak tangguh? Kuatkan pendidikan dasar anak kita bukan sekadar dari pengetahuannya, tetapi kuatkan dari ketangguhannya. Orang pintar hanya dipekerjakan di bidangnya, tetapi orang cerdas bisa mempekerjakan orang pintar,” tegasnya menutup sambutan.

Agenda Awalussanah ini berjalan dengan khidmat dan interaktif. Dengan adanya pemaparan program dan pesan kuat dari pihak komite maupun madrasah, diharapkan momentum ini menjadi awal yang kokoh bagi kolaborasi hebat antara MIM Digdaya Bolon dan seluruh wali murid sepanjang tahun ajaran ke depan.

Editor: Achmad Mahbuby, S.Pd., Gr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *