SEJARAH
MIM Digdaya Balon
Sejarah Singkat MIM Digdaya Balon
Bangkitnya kembali Madrasah dengan nama baru, maka pembelajaran mulai masuk pagi. Pada tahun awal kebangkitan madrasah mendapatkan bantuan guru (DPK) dari DEPAG Kabupaten Karanganyar sebanyak 6 guru. Kemudian aktivitas pembelajaran di Madrasah berjalan dengan siswa yang cukup banyak. Selang beberapa tahun kemudian Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah sempat mati suri dari tahun 1980-1990. Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah berarti mengalami mati suri selama 11 tahun . Pada tahun 1990 Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah kembali bangkit dibawah kepemimpinan kepala sekolah Bapak Ismadi. Awal kebangkitan madrasah memiliki siswa 10 anak. Pernah mengalami siswa paling sedikit di kelas sejumlah 3 siswa. Sekarang civitas akademik mulai berproses lebih baik.
Tahun 1999 Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah berganti nama lagi yaitu menjadi MI Muhammadiyah Bolon. Pergantian kepala Madrasah terjadi pada tahun 2012 yang dikepalai oleh Solihuddin, A. Md dan pensiun pada tahun 2005. Setelah pensiun Bapak Solihudin tetap mengajar sampai tahun 2012. Estafet kepala sekolah berikutnya tahun 2013-2019 dipegang oleh Agus Budi Raharjo, S. Pd. I. Periode ke 3 tahun 2019-2020 oleh Warsiti, S. Pd. I. Kepala Madrasah p eriode ke 4 tahun 2020 – sekarang oleh Irin Dwi Susanti, M.Pd.
MI Muhammadiyah Bolon bangkit dengan semangat baru dan suport dari warga setempat. Para donatur memberikan dukungan baik moral maupun material dari. Para guru, komite dan donatur bekerjasama untuk meningkatkan kualitas sekolah dengan berbagai cara yang ditempuh. Adapun perbaikan yang dilakukan antara lain adalah membangun gedung sekolah dan mengadakan branding kegiatan Madrasah sehingga meningkat secara kualitas dan kuantitas. Kepercayaan masyarakat terhadap Madarasah semakin meningkat, hal ini dapat dilihat dari jumlah siswa semakin tahun semakin meningkat. Tahun 2021 mulai branding nama baru Madrasah untuk pemaksimalan publikasi dengan yang awalnya MIM Bolon menjadi MIM Digdaya Bolon. Nama/ Branding Kata Digdaya ini tidak muncul asal-asalan tetapi diambil dari dasar falsafah jawa yaitu due doyo meneh artinya punya kekuatan untuk bangkit karena sejarahnya madrasah juga pernah mati suri. Di MIM Digdaya Bolon masing masing Angkatan terdiri 2 rombel, jadi total ada 12 kelas. Jumlah siswa 2 tahun terakhir, tahun 2023/2024 total ada 297 siswa. Siswa di tahun Ajaran 2024/2025 meningkat lagi menjadi 303 siswa.
